Minggu, 01 September 2013

Sihir pakaian



Lama mo nulis bahasan semacan ini, bicara soal pakaian, sebagian pendapat beranggapan pakaian merupakan cerminan diri, dari pakaian pulalah orang bisa dibedakan berdasarkan strata, pangkat dan jabatannya. betulkah itu ???


bagi aku pribadi pakaian adalah  sebuah ekspresi kebebasan seorang aku, lewatnya aku terlatih menyenikan  cara berpakaian, memadu padankan warna pakaian dan bagi sebagian orang terutama para wanita hal ini cukup direpotkan olehnya,  karena itu terlihat wajar jika para ibu-ibu yang tengah bersiap-siap berpergian sering  kali membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memilih-milih pakaian.  Ayahku biasanya acap kali menjadi orang terakhir bersiap-siap ketika hendak berpergian, disaat ibu, aku dan adik perempuanku ribut dan ribet mempersiapkan diri. ayahku lebih memilih duduk membaca buku atau tidur-tiduran sembari sabar menunggu para wanita menyelesaikan persiapannya, ah..cape nungguin perempuan-perempuan ini mungkin itu pikirnya.



cerita lainnya, diawal tahun 2010 aku mendapatkan perkerjaan yang menuntut aku harus berpakaian formal seperti bleazer, dengan sejumlah uang pemberian ayahku aku pun akhirnya memiliki  dua buah blezer dengan warna dasar dan model yang sederhana  guna melengkapi aksiku mengajar didepan kelas. pikirku, aku tidak membutuh banyak setelan semacam ini sebab aku hanya akan memakainya sekali dalam seminggu itupun hanya untuk 2 jam mengajar dikelas. sungguh awalnya risih berpakaian setelan formal seperti ini aku sangatlah tidak terbiasa, pakaian ini sangat menghambatku terutama kala meengendarai sepeda motor. beberapa kali aku memakainya dan  tetap saja tidak terlalu nyaman dan nyantai hingga aku lebih sering ke kampus mengajar  dengan berpakaian seadanya blouse atau kemeja rapi, bagiku cukup tetap eksis untuk tampil didepan kelas dan dihadapan mahasisaku. Bagiku memakai blezer malah membatasi ruang gerakku untuk lebih akrab dengan mahasiswa, rasanya terlalu terhormati hanya gara-gara setelan pakaian formal ini. 






Namun suatu ketika usai mengajar dikampus aku menghadiri sebuah acara masih mengunakan setelan bleazer itu, seorang temanku menyeletuk "ini baru buk dosen" katanya "loh emang ada bedanya ya" tanyaku heran "ya bedalah terlihat lebih berwibawa dan besar" katanya menjelaskan. aku hanya menganguk-angguk paham sambil berfikir mosok iya sih ...rasanya aku biasa aja, dengan berpakaian setelan bleazer atau tidak aku hanyalah tetap manusia biasa, bagiku sebuah penghormatan bukan berasalkan dari pakaiannya tapi dari prilaku, akhlak juga moralnya. toh banyak oknum-oknum pejabat orang-orang bersafari dan berbleazer, mereka berpakaian menarik dan berwibawa. tapi nyatanya mereka malah menampakan prilaku tidak terhornmat, tidak terpuji hingga tidak memiliki wibawa dari pakaiannya itu,  jadi apakah memang pakaian itu memiliki sihir??(annajmutsaqib's write 171210)

Kamis, 07 Maret 2013

Halaman 0004

Don't judge book from the cover....
uh orang kayaknya hidupnya lancar-lancar aja deh gak punya masalah pokoke hidupnya adem ayem ...
siapa bilang....siapa yang tahu sih kalau orang punya masalah atau kagak kalau gak masalah itu diungkapkan ya wes...gak pernahlah orang sedunia tau... 
ini yang perlu kita ketahui betapa kita masih harus banyak-banyak bersyukur ..

Why... its because tidak ada yang lebih beruntung dari kita sendiri....mosok sih 
ya iyalah buktinya banyak jikalau kita lebih mau banyak mendengar dan melihat juga merasakan betapa masih banyak orang yang kalah ketika dirudung masalah pusing dan galaunya minta ampun dah...kagak tau mau mengadu kemana dan ke siapa... galau abisss ...
dan apakah jika kita ditimpa permasalahan yang sama akankah kita bisa setegar dia atau segalau dan hancur dirinya ...wallahualam 

yang pastinya buat kamu saat ini tengah dirudung masalah, sesungguhnya masalah itu gak ada, kemungkinan besar adalah kita yang sering membuat-buat masalah, beranilah dan hadapilah toh ini adalah dinamika hidup yang perlu dilalui, klu gak ya kita lalui tentunya kita  udah koit dong...  

Hidup itu bukan untuk diratapi tetapi untuk dihadapi juga diperjuangkan, jalan perjuangan tentulah tidak mudah karena itu selalu dekat-dekatlah dengan Yang pemilih hidup ini...Allah lebih mengetahui apa yang terbaik buat hamba-hambaNya ...maka sebagai makhluk ciptaanNya berpasangka baik lah kepadaNya InsyaAllah yang indah itu pastilah pada waktunya.(annajmutsaqib's 080313)

Rabu, 06 Maret 2013

Halaman 0003 Teruntuk lelaki pendamping hidupku



Sengaja mulai memberanikan diri mempublish tulisan lamaku yang satu ini, tujuan utamanya agar para pembaca yang kesasar mendapat inspirasi dan terus bermimpi juga menulis, selebihnya yups ...kembali mengisi tujuan halaman ini dibuat menuju 1000 halaman, memang baru halaman 3 tapi suatu saat pastilah suatu saat akan sampai juga pada halaman yang 1000... 

tulisanku ini muncul idenya disaat aku sedang benar-benar merindukan sesosok pendamping hidup tapi aku tidak pernah tau siapa yang mesti aku rindukan, sebab wajah dan bagaimana orangnya tidak dapat aku banyangkan, namun yang jelas aku benar-benar tengah rindu-rindunya mungkin itu rindu buta kale ya... tapi nyatanya rindu pun dapat kita jadikan doa, tentulah Allah Maha yang tidak tidur... Dia tau apa yang dibutuhkan oleh hambaNya. Alhamdulillah ... Segala sesuatunya memang telah Allah atur sehingga Indah pada Waktunya


Teruntuk lelaki pendamping hidupku, suatu saat ketika kau melangkahkan kakimu keluar dari syurga kita, mencari nafkah, berdakwah dan belajar demi Allah dan rasulnya, demi para umat islam demi aku dan jundi-jundi kita, maka saat itu kau ku anggap tengah berjihad, dan jika kau kembali maka kau akan kusambut bagaikan seorang pemenang dari sebuah perperangan sedangkan jika kau tiada kembali maka bagiku kau adalah syahidku. Tak akan aku titipkan cintaku padamu namun aku akan selalu menititpkan doaku serta cintaku pada Rabbku sebab atas kehendakNya kita bertemu dan jikalau Dia berkehendak maka Dia jugalah yang akan pisahkan kita.
Teruntuk suami yang aku hormati dan cintai karena Allah, walau waktu akan tersita untuk orang banyak, hingga berkuranglah waktumu bersamaku, sungguh aku selalu akan merelakanya, sebab bagiku dengan mendampingimu saja adalah anugerah terbesar dalam hidupku yang telah Allah ridhoi untukku. Aku dan jundi-jundi kita akan selalu menantikan kedatanganmu dengan sebuah dekapan selamat datang agar luruh lah semua letihmu kala itu.

Teruntuk seorang laki-laki imamku, sahabatku, kekasiku. Janganlah pernah memanjakanku sebab aku tidak pernah butuh kau manjakan tapi dukunglah biarkan aku mandiri karena pada  setiap langkahku demi penghambaanku pada Rabbku, janganlah pernah berkata kasar padaku sebab aku sangatlah tidak suka mendengar kata-kata seperti itu melucur dari bibirmu, bertutur baiklah padaku agar aku semakin mencintaimu,  jadilah kita rekan yang baik saling melengkapi dan menutupi setiap kekurangan dan kelebihan, bersama kita mendidik generasi kita, bersama kita membesarkan dan melepasnya kelak. Mari bersama tinggalkan jejak-jejak pada dunia fana, hingga waktunya tiba kita berpisah sejenak demi sebuah pertemuan yang lebih indah dari ini.

Teruntuk seseorang yang aku tidak pernah tahu siapa dirimu dan kapankah kedatanganmu
Aku persembahkan tulisan ini, doaku selalu untukmu, agar Allah selalu melindungimu sebagaimana Dia melindungiku, agar Allah menunjukimu seperti Dia menunjuki aku, Agar Allah selalu memudahkan jalanmu dan begitu juga aku, kelak kita bersatu maka cinta padaNya adalah Cinta yang satu.(diakhir tahun 2010)

Minggu, 03 Maret 2013

Halaman 0002



Apalah arti angka-angka tersebut, entah sekedar kebetulan atau memang adalah sebuah tanda dari Sang khalik, dua tahun yang lalu hatiku pernah bersedih atas perasaanku yang harus aku ikhlaskan, namun pada tanggal yang sama Allah setahun kemudian mempertemukan dan perlahan mempertautkan hatiku pada seorang pria yang baik yang sudah aku kenal sebelumnya.

Alhamdulillah pria itu kini telah suamiku saat ini, setelah menempuh hampir 9 bulan perjuangan yang memeras perasaan, pikiran juga airmata, akhirnya 15 januari 2013 kami sah menjadi satu bagian suami istri. Pernikahan yang sederhana dan barokah, itulah impianku syukurku kepada Allah dan terima kasihku pada ayah dan ibu yang telah berusaha menyelengarakannya sesuai dengan keinginan terdalamku. 

Suamiku sungguh cintaku hanya untukmu, dari sekian banyak pria yang aku kenal, dan sebagian kecil yang aku kenal dekat hanyalah kepadamulah rasa cintaku aku tambatkan. Semoga pernikahan kita Allah jaga dan kokohkan hingga sampai janahNya kelak  Aamiin ya Rabba alamin

Minggu, 06 Mei 2012

Halaman 0001

Mimpi kali ya bikin buku dan bukunya langsung best seller lagi, tapi kok mimpi aja gak boleh sih mana undang-undang dan hukum yang ngelarang orang buat bermimpi, kalau kagak ada maka terus bermimpilah mana tau tiba-tiba ada penerbit nyasar yang lagi nyari penulis tukang mimpi  it's me . maka jrenggg namaku terpajang pada rak spesial khusus di toko buku terkenal itu. 

Siapa sih yang kagak mau jadi terkenal bin tenar, dimana-mana jadi perhatian dan dielu-elukan. bukan sampe disana kalau orang terkenal tentunya kaya, yah ini lah sifat manusia UUD ujung-ujungnya doku bro....orang bego yang kagak mau kaya walau cuma kaya hati pasti tetep mupeng deh. kaya harta apalagi lah bisa beli ini dan itu bisa pergi kemana-mana tampa mikir dan milih kuliah apa jalan-jalan, pokoke tiap liburan jalan-jalan keliling dunia eps...keliling indonesia aja belum keliling sumatra juga belum. tunggulah aku indonesia aku akan menakhlukkanmu ha..ha....it's me 

Menakhlukkan rasa malas plus lemes sumpah bikin nyerah, udah lama kagak menulis, inspirasiku hilang rasaku terbang, dan semudah itukah dia pergi dan bikin patah hati pengenya sih langsung loncat aja dikali. sebegitunya perasaan orang yang  kehilangan harapan tapi tunggu dulu  it's me  setelah berlama-lama dan lama mikir akhirnya sadar toh hidup terus berjalan lah wong dia sang inspirasi udah sampe ke ujung dunia lah kenapa harus terhenti cuma disini doang cape deh payah banget sih kamu. 

Percaya gak percaya jabatan bikin orang sadar bahwa hidup itu butuh dipertanggung jawabkan, dulu menjabat sebagai anak sekarang perlahan dan pasti dapat tambahan jabatan selaku siswa, mahasiswa, dosen, pembina dll kenapa owh kenapa dikira seiring beranjaknya waktu tugas dan tanggung jawab itu bakalan berkurang eh itu mah boong kagak mungkin berkurang nambah malah iya. so just do it lakukan apa yang menurut lo baik dan ingat mesti sesuai ama syariat islam kalau mau selamat. it's me annajmutsaqib